Pertemuan Perencanaan Challenge TB Provinsi Jawa Barat – Agustus 2015

posted in: Blog@id | 0

This post is also available in: English

Pelita Indonesia melalui Divisi Kesehatan mendapat undangan kegiatan pertemuan Perencanaan Challenge TB tingkat Provinsi Jawa Barat, pada tanggal 18-20 Agustus 2015, bertempat di Hotel Aston Primera Pasteur kota Bandung. Bersyukur bapak Titus Maruhawa dan Sdr. Kiki Alimuddin sebagai perwakilan dari Pelita Indonesia dapat mengikuti Pertemuan Koordinasi Perencanaan APA 2 CHALLENGE TB Tingkat Propinsi Jawa Barat Khususnya Kota Bandung dan Kabupaten Bogor ini dari awal sampai akhir, dan hal ini merupakan suatu kehomatan dan juga kesempatan bagi Pelita Indonesia untuk dapat ambil bagian dalam hal penanggulangan penyakit TB di provinsi Jawa Barat.

Adapun latar belakang kegiatan ini yakni USAID ingin melanjutkan komitmen dalam mendukung Program Pengendalian Tuberkulosis (TB) Nasional di Indonesia melalui Proyek Challenge TB (CTB) untuk periode 2015 – 2019. Proyek CTB dilaksanakan oleh TB Coalition for Technical Assistant (TBCTA) dengan KNCV Tuberculosis Foundation sebagai lead partner. Tujuan utama CTB adalah memberikan bantuan teknis kepada Program Pengendalian TB Nasional dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, dalam mencapai target Strategi Nasional Pengendalian Tuberkulosis (Stranas TB) 2015-2019.

Yang menjadi tujuan dari pertemuan ini adalah untuk menyusun perencanaan kegiatan tahunan provinsi intensif CTB untuk tahun kedua dengan berfokus pada kabupaten/kota intensif serta mendapatkan komitmen Pemerintah Daerah dan para pemangku kepentingan (stakeholders) terhadap pelaksaan pengendalian TB di Provinsi dan kabupaten/kota intensif.

Kami berharap melalui kegiatan yang diikuti oleh Dinas Kesehatan provinsi Jawa Barat, kota Bandung, kota Bogor, dan berbagai lintas sektor (pemerintah, swasta, lembaga/LSM, organisasi sosial, dll) ini, dapat meningkatkan kerjasama dan kemitraan dalam hal penanggulangan dan pengendalian TB secara khusus di Jawa Barat bahkan diseluruh Indonesia. Dan hal ini sesuai motto tim kami untuk program Stop TB, yakni “satu anggota keluarga ditolong maka seluruh anggota keluarga yang lain merasakan manfaatnya”. (to/timkes)